Dampak Pemekaran Kota Sungai Penuh Terhadap Pembangunan Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Infrastruktur

Authors

  • Andrew Well Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Nurdin Hamzah, Jl. Kol. Abunjani, Kota Jambi, Jambi, Indonesia
  • Dida Helena Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Nurdin Hamzah, Jl. Kol. Abunjani, Kota Jambi, Jambi, Indonesia

Keywords:

local authonomy, tettitotial ecpansion, infrastrukture

Abstract

The formation of new autonomous regions or what is usually called regional expansion allows regions to manage the national resources available in their respective regions. Theoretically, the beginning of this spirit of expansion is an effort to achieve equitable development and welfare of the people and to accelerate the realization of a prosperous Indonesian society. There are two reasons behind the widespread phenomenon of regional expansion in Indonesia, namely improving the quality of public services and accelerating economic growth. This is stated in PP No. 129 of 2000 which states that regional expansion aims to improve community welfare. This research aims to determine the impact of the expansion of the Sungai Banyak City area on regional infrastructure development and what are the inhibiting factors in improving the quality of infrastructure in the Sungai Full City area. The research method used is qualitative. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. Determining informants used purposive sampling technique. Purposive sampling. So the informants selected for the research were the Head of the PU-PR Department, Head of Building and Infrastructure Management (PU-PR), Head of the Bapedda Department, Head of the Infrastructure Subdivision of the Sungaifull City Bappeda, Village Head, Sungaifull City Community and academics from the Sungaifull City Community. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of the research show that the impact of the regional expansion of Sungai Banyak City on regional infrastructure development has had a positive impact on increasing the development of road and irrigation infrastructure in Sungai Full City. This is proven by the condition of the roads which continues to improve from year to year, and the irrigation network continues to improve. With this expansion, community welfare can be improved. The inhibiting factors in improving the quality of infrastructure in the Sungai Banyak City area include: community, financial resources and technical problems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi Isbandi Rukminto. (2012). Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Arikunto,Suharsimi,(2006).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Bambang, Yudoyono.(2003).Otonomi Daerah “Desentralisai dan Pengebangan SDM Aparatur PEMDA dan Anggota DPRD”. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Daulay, Siti Sarah.(2019). Dampak Pemekaran Kabupaten Padang Lawas terhadap Perekonomian, Sosial dan Infrastruktur di Kabupaten Padang Lawas. Repostory institusi universitas Sumatera Utara.Sumatera Utara.

Era Delvia Sari(2013), Perkembangan kota Sungai Penuh sebelum dan setelah pemekaran wilayah ( The development of sungai penuh city before and after expansion of region).Examinor ( Uniersitas Indonesia). Jakarta.

Hasan, Alwi..(2007).Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.hlm. 1250 Jakarta.

Hiplunidin,Agus.(2017).Kebijakan Birokrasi Dan Pelayanan Publik, Calpulis, Yogyakarta.

Iskandar,(2008).Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), GP Press, Jakarta.

Mudrajad, Kuncoro. (2004). Otonomi & Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan Strategi dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Pot, C.W. Van Der,(1830).Handboek Van Het Nederlandse Staatsrecht, Constitutions Law, Netherlands.

Salim,Emil,(2010).Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Jakarta.

Sjafrizal. (2016). Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Era Otonomi Daerah (3rd ed.). PT Rajagrafindo Persada,Jakarta.

Sugiyono,(2018).Metode Penelitian, ,Alfabeta,Bandung

Sutamihardja,(2004).Perubahan Lingkungan Global; Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sekolah Pasca Sarjana, IPB, Bogor.

Tommy, Suprapto.(2009).Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Media Pressindo. Yogyakarta.

UNCED,(2002).KTT Pembangunan Berkelanjutan,Johannesburg, Afrika Selatan.

Wijoyokusumo,(2011).Mengapa Harus Pemekaran, Erlangga, Kepulauan Riau.

Yunaldi, Wendra SH, MH. 2008. Opini Pemekaran Daerah, Ambisis Elit Atau Kebutuhan Rakyat. DPD RI.

Erwin, ampelalong (2020) Universitas Airlangga Surabaya - Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Indonesia. Volume 3 Nomor 1 April 2020 – Articles.Surabaya.

Hakim,Abdul.(2017).Analisis dampak pemekaran daerah ditinjau dari aspek percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan (Studi Pemakaran Kabupaten Kepulauan Meranti Dari Kabupaten Bengkalis).Phd Thesis,Universitas Riau.

Harianti, H., arafat, & Fait, T. (2021). Dampak Pemekaran Wilayah terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Loea Kabupaten Kolaka Timur. Journal of Public Administration and Government, 3(2), 105-111. Kolaka.

Ikhsan (2016). Pemekaran Daerah: Peluang Dan Tantangan Bagi Pemekaran Kota Meulaboh. Universitas Teuku Umar.Aceh

Fardian Hidayat, dkk. 2020. Analisis Pemekaran Daerah Terhadap Perkembangan Perekonomian Dan Kinerja Pemerintah Daerah Induk Kabupaten Solok MENARA Ilmu Vol. XIV No.01

Harahap, Sella. 2014. Dampak Pemekaran Desa Dalam Pembangunan Infrastuktur (Studi Kasus Pada Desa Penampaan Uken Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues). Perspektif Volume 7 Nomor 1

Ratri Furry Pustika Rachim,(2013).Evaluasi Pemekaran Wilayah Kota Serang Ditinjau dari Kinerja Ekonomi dan Pelayanan Publik Daerah, Universitas Diponegoro, Semarang.

Hasriani. (2016). StudyDampak Pemekaran Wilayah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Skripsi Ekonomi. sitedi.uho.ac.id>upload_sitedi.

Kakisina, Leunard O. 2011. “Analisis Tingkat PendapatanRumah Tangga dan Kemiskinan Di Daerah Transmigrasi (Kasus Di Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku)”, Jurnal BudidayaPertanian, Vol. 7, No. 2

Nadir,S. (2013).Otonomi Daerah dan Desentralisasi Desa Jurnal Politik Profetik Volume 1 Nomor1 Tahun 2013. Jurnal Politik Profetik, 1(1), 15. https://doi.org/10.24252/jpp.v1i1.1621, Bandung.

Nizar,(2018). Analisis Dampak Pemekaran Daerah Kabupaten/Kota Terhadap Pembangunan Manusia Di Provinsi Aceh,Volume 5 Regional.Aceh.

Rakasiwi,Andi.(2014).Dampak Pemekaran Terhadap Pembangunan Daerah di Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2020-2012. Jom FISIP, 1(2), 1–12.Yogyakarta.

S. U. Khasanah, E. Santosa, and L. K. Alfirdaus,(2017) "Studi Evaluasi Dampak Pemekaran Desa Wonokarto Terhadap Pembangunan Infrastruktur Di Desa Pemekaran (Studi Kasus Desa Wonoasri, Desa Wonosobo Dan Desa Wonokarto Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan)," Journal of Politic and Government Studies, vol. 7, no. 1, pp. 141-150, Dec. Pacitan.

Sugiharto Eko. 2007. “Tingkat Kesejahteraan MasyarakatNelayan Desa Benua Baru Ilir Berdasarkan Indikator Badan Pusat Statistik”, jurnalEPP.Vol.4.No.2.

Sundari, dkk, 2020. Analisis Pemekaran Di Desa Tambak Tinggi Pasca Pemekaran Desa Tambak Tinggi Kecamatan Depati Vii Terhadap Pembangunan Infrastruktur. Jurnal Administrasi Nusantara Mahasiswa (JAN Maha) Volume 2 No.10 – 31 .

Sutojo, 2015. Analisis Dampak Pemekaran Wilayah Dalam Perspektif Otonomi Daerah (Suatu Tinjauan Empirik di Kabupaten Bengkulu Tengah), Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik, Volume 4 No. 4

Welem, (2020). Studi Tentang Dampak Pemekaran Kecamatan Kongbeng Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Kabupaten Kutai Timur Periode 2008-2018. eJournal Pemerintahan Integratif, 2020, 8 (1).

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Sungai_Penuh. Diakses Jam 20:15, 28 November2018

http://jambi.tribunnews.com/2018/11/07/infrastruktur-kota-sungai-penuh-semakin-baik. Diakses Jam 21:00 wib, 28 November 2018

http://peta-kota.blogspot.co.id/2017/01/peta-kota-sungaipenuh.html

http://jambi.tribunnews.com/2018/02/13/foto-jalan-kota-sungai-penuh-masih-banyak-yamg-rusak-parah. Diakses Jam 21:15 wib, 28 november 2018

http://repository.radenitan.ac.id,yayan amroni tahun 2019

http://repository.uinjambi.ac.id.irwan defriyanto tahun 2019

http://repository.radenitan.ac.id.rian andika tahun 2018

http://repository.radenitan.ac.id.lilya novita tahun 2020

https://www.bappenas.go.id./studi-evaluasi-pemekaran-wilayah/2007, Diakses Jam 13:38, 09 Mei 2019.

Downloads

Published

2025-06-15

How to Cite

Well, A., & Helena , D. (2025). Dampak Pemekaran Kota Sungai Penuh Terhadap Pembangunan Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Infrastruktur . Sembilan Lurah: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(1), 27–43. Retrieved from https://jurnal.unhjambi.ac.id/index.php/KyberGov/article/view/32